Tips Memilih Biskuit Terenak

Biskuit adalah satu diantara jenis kue kering yang terpopuler dari dulu. Cemilan ini tak cuma lezat, tapi juga ada banyak variasi rasa dan kemasan. Tak heran, kebanyakan anak-anak hingga orang dewasapun menjadikan biskuit sebagai salah satu cemilan favorit mereka.
Banyak merk atau brand biskuit yang dijual di pasaran yang enak dijadikan teman nyemil, seperti Oreo, Gery, Kong Ghuan, atau bahkan biskuit import Wang Wang PARTYGO Happy Pack snack dan biskuit dalam satu kemasan besar. Dari sekian banyak brand atau merk biskuit, berikut tips cara memilih biskuit berdasarkan kriteria yang mungkin bisa untuk kamu pertimbangkan.
Cara memilih biskuit
Saking banyaknya variasi rasa, bentuk serta bahan dari biskuit yang dijual dipasaran tentu bikin kamu bingung memilihnya. Kira-kira apa saja referensi saat memilih biskuit terenak berikut penjelasannya.

Jenis Biskuit

Ada dua jenis biskuit yang beredar di pasaran diantaranya biskuit dengan krim dan satunya tanpa krim. Kedua biskuit tersebut banyak dijual dipasaran dan memiliki penggemarnya masing-masing.

Biskuit Tanpa Krim

Tekstur biskuit tanpa krim tidak terlalu tebal, jadi ketika digigit lebih renyah dan crunchy. Biskuit tanpa krim tidak ada tambahan krim baik disisi luar maupun didalamnya. Teksturnya yang tak terlalu tebal ada sensasi kres saat menggigit sehingga mudah untuk mengunyahnya.

Biskuit dengan krim
Varian biskuit dengan krim memiliki banyak rasa pada krimnya, rasa coklat yang paling disukai dan ada juga rasa keju, vanila serta rasa buah-buahan ada pada krimnya. Biskuit dengan krim memiliki tekstur lembut saat digigit. Dibandingkan dengan biskuit tanpa krim, biskuit jenis ini memiliki rasa manis yang kuat berkat tambahan lapisan krim didalam maupun diluarnya. Biskuit dengan krim biasanya lebih disukai anak-anak karena manis dan lembut.
Disesuaikan dengan Usia
Pada umumnya biskuit dibuat menyesuaikan kebutuhan para konsumen. Biskuit untuk orang tua tentu berbeda dengan biskuit yang diperuntukkan anak-anak. Nah apa saja jenis-jenisnya berikut penjelasan lengkapnya dibawah ini.

Lansia

Biskuit untuk lansia berbeda dengan anak-anak, memiliki kadar gula rendah serta mudah remuk. Saat usia makin menua tentu banyak pantangan saat mengkonsumsi makanan khususnya biskuit. Seiring bertambahnya usia kemampuan mengunyahpun juga menurun, untuk itu memilih biskuit yang mudah hancur memudahkan lansia mengonsumsi biskuit dengan nyaman dan menikmatinya.

Tidak Hanya itu, gizi harus dipenuhi supaya tak mudah terkena oleh penyakit. Apabila Kamu mengidap diabetes, darah tinggi, maupun kolesterol, waspada dalam pemilihan biskuit. Bagi orang tua, kontrol gula darah dan kalori sangat penting. Untuk itu, pilih biskuit yang kaya nutrisi, hindari biskuit yang mengandung banyak kalori, lemak, gula, dan garam.

Ibu hamil dan menyusui

Tubuh ibu hamil dan menyusui memerlukan banyak nutrisi tambahan. Selain untuk pertumbuhan janin, biskuit yang bergizi dapat memperlancar produksi ASI. Oleh karna itu, disarankan bagi ibu hamil memilih biskuit yang mengandung banyak protein, vitamin, dan mineral agar terpenuhi semua nutrisi yang dibutuhkan janin maupun ibu hamil.

Kandungan bahan semacam gandum, kacang-kacangan, serta buah-buahan bisa jadi penyeimbang gizi bagi ibu hamil serta menyusui. Kamu juga perlu memastikan jika produk yang dibeli tak memakai bahan kimia berbahaya, semacam pewarna, perasa, dan pengawet.

Anak-anak

Biskuit, permen, cokelat, dan susu yang memiliki cita rasa manis merupakan favorit bagi anak-anak. Apabila si kecil suka ngemil, Kamu bisa membelikan biskuit dengan cita rasa dan kemasan yang menarik. Biskuit juga dapat menjadi bekal saat ke sekolah atau disaat liburan. Namun, jangan biasakan anak untuk banyak mengonsumsi biskuit karena banyak mengandung bahan pengawet.

Bayi dan balita

Saat anak sudah belajar makan MPASI, pastinya ia juga menginginkan makanan ringan bergizi di luar waktu makan. Namun, ada bagusnya lebih ketat saat memberikan makanan ringan untuk mereka. Karena sistem pencernaan yang belum sempurna untuk memproses bermacam jenis makanan. Bila ragu, kamu dapat membaca keterangan produk tersebut.

Pada umumnya, biskuit khusus balita akan mencantumkan usia yang dapat diberikan biskuit tersebut. Sesuaikan dengan usia anak agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. Terdapat biskuit yang beredar di pasaran memiliki rentang usia mulai dari 6 bulan sampai dengan 1 tahun keatas.
 

Berdasarkan Kemasan

Saat memilih biskuit pertimbangkan juga bentuk serta kemasannya. Kamu dapat menyesuaikan jenis kemasan untuk aktivitas dan keperluan kamu.

Family size

Kalau Kalian mencari biskuit yang dapat disantap di keramaian, pilih biskuit dengan kemasan rasio keluarga.  Bentuk kemasan lazimnya dalam bentuk toples plastik atau kaleng yang cukup besar. Isi biskuit dengan kemasan skala keluarga juga makin beragam.

Setelah membongkar, Kalian dapat menyimpannya dan tak mesti cepat menghabiskannya. Oleh lantaran itu, biskuit dengan kemasan skala keluarga betul-betul pas selaku santapan di meja dikala menghibur tamu. Tidak Cuma jadi sajian di rumah, biskuit kemasan skala keluarga juga sesuai selaku hadiah bagi orang-orang terdekat.

Travel size

 Kemasan dimensi travel rata-rata kecil alhasil sederhana dibawa dan disimpan. Biskuit dengan kemasan ini paling sesuai untuk Kamu bawa dikala berjalan atau berkegiatan di luar ruangan.  Namun, saat kemasan dibuka, Kamu harus cepat membelanjakannya supaya tekstur dan rasa tak rusak.

Berdasarkan Rasa

Rasa dapat disebut selaku faktor kunci dalam memutuskan biskuit. Kala ini sudah banyak biskuit yang merekomendasi bermacam jenis rasa. Ada biskuit dengan satu rasa, ada juga biskuit dengan kombinasi rasa. Bagi Kamu yang menyenangi rasa asli biskuit, pilih biskuit dengan satu rasa, misalnya rasa atau susu asli.

Jika Kamu lebih suka bermacam rasa, Kalian harus memilah biskuit dengan kombinasi rasa kayak cokelat vanili atau keju cokelat. Biskuit dengan rasa kombinasi ini tak hendak membikin Kalian kencang bosan. Tidak Hanya itu, kombinasi rasa ini dapat memberikan kehebohan rasa yang mungkin belum sempat Kamu rasakan sebelumnya.

Perhatikan komposisinya

Bahan utama yang umumnya digunakan untuk membuat biskuit adalah tepung terigu. Namun, ada beberapa produk biskuit yang dibuat dari gandum utuh, haver atau oat, dan bahan lainnya. Untuk itu, ada baiknya Anda melakukan pengecekan terhadap komposisi yang terkandung di dalam biskuit.
Jika mengetahui komposisi biskuit, Anda juga bisa mencegah terjadinya gangguan pencernaan, terutama jika Anda memiliki alergi kandungan tertentu. Dengan begitu, Anda bisa menyaring biskuit yang akan dikonsumsi.

Selain komposisi, hal penting lain yang perlu Anda pastikan adalah mengetahui kandungan nutrisinya. Setiap kandungan nutrisi yang ada di dalam biskuit tentunya sangat bermanfaat untuk tubuh Anda. Salah satu contohnya adalah kalsium yang bermanfaat untuk pertumbuhan tulang, atau zat besi yang membantu memproduksi hemoglobin.

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *